Episodi

  • Mimpi yang kita alami secara umum memiliki beberapa ciri dan kategori tertentu dan dapat dibedakan menjadi beberapa hal berikut ini :

    Normal Dream adalah mimpi Rapid Eye Movement (REM) maupun Non-REM (meskipun jarang) yang kita alami sepanjang malam. Dalam kondisi normal dream kita seperti sedang menyaksikan sebuah tayangan atau berperan namun tidak menyadarinya. Cirinya adalah kita tidak bisa mengatur dan cenderung pasif dalam mimpi ini, ketika mimpinya tidak terlalu berkesan, maka sebagian besar juga bisa kita lupakan ketika bangun. Normal Dream dapat ditingkatkan menjadi mimpi yang jelas (Vivid Dream) dan mimpi yang kita sadari (Lucid Dream) maupun mimpi yang menakutkan (Nightmares) tergantung tingkat kejelasan, kesadaran atau seberapa emosional mimpi tersebut.

    Sedikit berbeda dengan Normal Dream, Day Dreaming adalah sebuah lamunan, hal ini mungkin terjadi ketika kita ada dalam kondisi nyaman dan gelombang otak kita berpindah dari Beta ke Alfa, lalu kemudian masuk perlahan dalam kondisi Tetha.

    Day Dreaming umumnya terjadi pada saat kita masih setengah sadar, dan bisa muncul dalam bentuk kilasan ingatan maupun khayalan kita akan sesuatu hal.

    Ketika seseorang masuk terlalu dalam ke Day Dreaming, ia bisa saja menjadi tertidur dan bermimpi. Dalam beberapa proses kreatif, baik itu melukis, menciptakan lagu, tari ataupun film bisa jadi beberapa orang juga menggunakan Day Dreaming, karena biasanya dalam kondisi inilah seseorang bisa memiliki daya khayal yang tinggi dan bisa menyatukan antara realita dan imajinasi secara baik.

    --- Send in a voice message: https://anchor.fm/psikologid/messageSupport this podcast: https://anchor.fm/psikologid/support
  • Kita mungkin akrab dengan istilah insomnia yang secara definisi merupakan kondisi ketika seseorang mengalami kesulitan untuk memulai atau mempertahankan tidurnya. Insomnia sendiri menyebabkannya penderitanya tidak memiliki cukup tidur dan mempengaruhi kualitas kehidupan sehari-hari. Menurut Sleep Gorders Center (SGC), sekitar 10 - 30 persen orang dewasa mengalaminya. Insomnia sendiri dibedakan menjadi Primer dan Sekunder.

    Insomnia Primer : Masalah tidur yang tidak terkait dengan masalah kesehatan atau psikologis lainnya. Biasanya disebabkan oleh kurangnya kualitas tidur (Fase Rapid Eye Movement) dalam siklus tidur yang disebabkan oleh pola tidur dan juga lingkungan tempat tidur yang kurang nyaman bagi seseorang.

    Insomnia Sekunder : Biasanya disebabkan oleh masalah lain seperti kesehatan, psikologis atau terdapat rasa sakit tertentu yang membuat seseorang terbangun dari tidurnya. Dalam beberapa kasus beban pikiran juga membuat sulit tidur serta ritme circadian yang berganti secara mendadak seperti efek "Jet Lag" juga bisa berpengaruh sebagai penyebab dari insomnia ini.

    --- Send in a voice message: https://anchor.fm/psikologid/messageSupport this podcast: https://anchor.fm/psikologid/support
  • Episodi mancanti?

    Fai clic qui per aggiornare il feed.

  • "I don't dream at night, I dream all day; I dream for a living." ~ Steven Spielberg

    Jika bicara mengenai mimpi, maka kita tidak bisa melepaskan diri dari sudut pandang psikologi dalam menjelaskannya. Psikologi adalah ilmu yang mempelajari mengenai "jiwa manusia" (berdasarkan definisinya), namun karena sifat "jiwa" yang abstrak, maka psikologi mempelajari manifestasinya yang dikenal dengan perilaku manusia. Perilaku manusia yang dipelajari meliputi pemikiran, perasaan, tindakan dan segala sesuatu yang terkait di dalamnya.

    Salah satu karya klasik yang hingga saat ini masih menjadi sumber referensi dalam memandang mimpi dan psikologi adalah "The Interpretation of Dreams" karya Sigmund Freud (1899). Buku ini merupakan pintu masuk teori yang dapat menjelaskan mimpi dengan lebih ilmiah serta melepaskan diri dari pendekatan mistis seperti pengaruh roh jahat ataupun pesan dari para dewa.

    Dalam perkembangannya buku ini juga mendapatkan banyak kritik dan sejumlah penolakan, sama seperti pendekatan psikoanalisa yang di populerkan oleh Sigmund Freud beberapa teorinya cukup fenomenal karena menjelaskan mimpi dari sudut pandang seksualitas, hal yang terpendam serta keinginan terdalam manusia.

    Dengarkan Podcastnya untuk info lebih lanjut!

    --- Send in a voice message: https://anchor.fm/psikologid/messageSupport this podcast: https://anchor.fm/psikologid/support
  • Jika kita masih beranggapan bahwa tidur adalah kondisi di mana kita menjadi tidak sadar, maka itu tidak sepenuhnya benar. Ada beberapa fungsi tubuh yang masih bekerja ketika kita tidur, dan dalam istilah biologis hal ini disebut sebagai sistem saraf otonom.

    Sistem saraf ini terkoneksi melalui otak dan sumsum tulang belakang kita yang bertanggungjawab untuk melakukan fungsi tubuh secara otomatis seperti memastikan keadaan tetap normal dan seimbang dengan mengatur fungsi jantung, hati, paru-paru, sistem pencernaan dan metabolisme tubuh. Jadi pada tingkatan tertentu, otak dan indera kita masih tetap aktif. Ini jugalah alasan kenapa kita bisa mendengarkan bunyi alarm ataupun suasana suhu ruangan bisa mempengaruhi ketidaknyamanan tidur. Definisi tidur bukanlah sekedar "beristirahat" tapi proses alamiah ketika tubuh melakukan restorasi (perbaikan diri), detoksifikasi (Pengeluaran racun) dan juga memberikan kesempatan pada sistem imunitas untuk mengembalikan kembali keadaan atau memulihkan diri setelah seharian beraktifitas

    --- Send in a voice message: https://anchor.fm/psikologid/messageSupport this podcast: https://anchor.fm/psikologid/support
  • Hampir sepertiga hidup kita dihabiskan untuk tidur. Setidaknya itulah yang rata-rata dilakukan oleh sebagian besar orang. Seperempat dari tidur kita sebenarnya adalah tidur bermimpi, jadi jika dihitung, sepanjang hidup kita tidur selama 25 tahun dan bermimpi selama 7 tahun, ternyata waktu yang cukup lama kan?

    Tubuh kita memerlukan tidur dalam waktu dan jarak yang teratur. Jika kita tidur kurang dari 4 jam atau lebih dari 15 jam, maka itu akan berakibat kurang baik bagi kesehatan tubuh, pikiran maupun emosi kita. Karena pada dasarnya, tidur adalah proses pemulihan diri secara alami yang sangat kita butuhkan. Bahkan ketika kita mengalami berbagai masalah fisik maupun emosional, salah satu obat terbaiknya adalah dengan berisirahat dan tidur berkualitas.

    --- Send in a voice message: https://anchor.fm/psikologid/messageSupport this podcast: https://anchor.fm/psikologid/support
  • “A trap is only a trap if you don't know about it. If you know about it, it's a challenge." ~ C. Tom Miéville

    Life Trap adalah jebakan yang tanpa sadar dimiliki oleh setiap dari kita, biasanya dibentuk oleh nilai atau belief system yang salah yang menyangkut cara pandang terhadap diri sendiri dan lingkungan.

    Life traps juga dapat dibentuk dari pengaruh serta perlakuan oleh orang terdekat, dan yang lebih berbahaya bisa diciptakan oleh orang tua melalui pola asuh yang kurang tepat di masa kita kecil.

    Life Traps adalah perangkap yang tercipta dari pengalaman buruk di masa lalu atau masa kecil kita. Seperti kejadian: Pernah ditinggalkan, dikritik berlebihan, terlalu sering dibandingkan, pernah dilecehkan, diambil keuntungan dari orang lain, pernah dibully atau diasingkan oleh lingkungan sosial, kasih sayang dan penerimaan yang tidak cukup, sering ditakut-takuti, dibentak berlebihan, terus diperintah, pola asuh orang tua yang over protektif, orang tua yang selalu memanjakan anak, dan lainnya. Intinya kejadian tidak menyenangkan tersebut muncul pada saat kita masih dalam proses pembentukan belief system.

    Dalam beberapa cara, akhirnya perangkap ini menetap hingga kita dewasa, dan tanpa sadar kita seringkali memunculkan situasi yang sama dimana kita pernah dilecehkan, ditinggalkan, dianiaya atau lainnya, padahal dalam situasi dan rentan waktu yang berbeda.

    Dengarkan lebih rinci mengenai pembahasan life traps melalui audio podcast kami ya!

    --- Send in a voice message: https://anchor.fm/psikologid/messageSupport this podcast: https://anchor.fm/psikologid/support
  • Perasaan takut gagal yang berlebihan, merasa pecundang, selalu merasa salah dalam setiap aspek kehidupannya. Rasa percaya diri yang rendah adalah penampakan luar dari seseorang dengan jebakan kehidupan dengan tipe ini. Jebakan hidup ini umumnya disebabkan oleh label yang diberikan ketika kecil, selalu dicemooh, dianggap bodoh, dianggap tidak mampu, tidak terampil, ataupun malas.

    Saat dewasa, seseorang dengan jebakan ini selalu mendramatisir kegagalannya, merasa gagal karena tidak mampu mendapatkan nilai terbaik, tidak mampu melakukan sesuatu yang baru, atau ragu-ragu dalam melakukan tindakan, adalah hal-hal yang bisa kita amati pada orang dengan jebakan failure ini. Bagi orang tersebut, semua yang akan dilakukan atau bahkan telah dilakukan selalu merupakan sekumpulan kegagalan.

    Failure mirip dengan Defectiveness, dan biasanya kedua jebakan ini bisa muncul secara bersamaan. Kunci dari melepaskan diri dari kedua jebakan ini adalah dengan mengembangkan potensi terdalam yang kita miliki, karena setiap orang pasti memiliki keunikan dan bakatnya tersendiri.

    Selengkapnya bisa di dengarkan pada Audio kali ini.

    --- Send in a voice message: https://anchor.fm/psikologid/messageSupport this podcast: https://anchor.fm/psikologid/support
  • “Knowing where the trap is—that's the first step in face it.”. ~ Frank Herbert

    Kita seringkali “terjebak” dalam beberapa hal yang bahkan tidak kita inginkan, seperti pola atau kesalahan yang berulang, seringkali kita sadar, tapi entah kenapa terasa sulit untuk berubah dari “jebakan” tersebut.

    Sebagai contoh, ada beberapa orang yang selalu ingin dihargai dan penghargaan itu tidak pernah cukup baginya, ada pula yang merasa selalu ditinggalkan dan mengasihani diri sendiri tanpa henti, sedangkan orang lain merasa tidak layak untuk mengerjakan apa yang dikerjakan saat ini. Ada pula kasus dimana di dalam pekerjaan kita tidak berani mengambil keputusan atau keluar dari zona nyaman. Dalam konteks hubungan, ada pula mereka selalu berganti pasangan dan tidak pernah merasa puas serta tidak tahu sebenarnya apa yang mereka inginkan dan cari.

    Dari sisi pekerjaan juga terdapat mereka yang selalu berusaha mencari kesempurnaan sehingga kehilangan moment berharga saat ini. Dan masih banyak lagi kejadian lainnya dalam diri kita yang sepertinya berulang, kesalahan yang sama yang terjadi dan menghambat kita dalam menemukan kunci keberhasilan dalam hidup. Jebakan hidup hampir dimiliki dan dilalui oleh banyak orang dalam fase hidup mereka, bahkan dalam dunia pendidikan beberapa anak tidak bisa belajar dengan efektif karena terkurung dalam pemikiran "bodoh" akibat tidak bisa mengerjakan satu atau dua jenis pelajaran yang memang bukan keahliannya atau malah kurang tepat dalam mempelajari metodenya.

    Dalam dunia olahraga, sebelum mencoba berbagai macam latihan, terdapat metode di mana seorang atlet terlebih dahulu membayangkan atau memberikan gambaran secara visual melalui mental mereka agar tubuh mereka secara bawah sadar sudah terlebih dahulu "akrab" dengan latihan atau gerakan tertentu, metode ini juga bermanfaat untuk melepaskan diri dari "jebakan pikiran" yang merasa tidak bisa, tidak mampu atau kesulitan dalam mencapai sesuatu hal yang baru.

    --- Send in a voice message: https://anchor.fm/psikologid/messageSupport this podcast: https://anchor.fm/psikologid/support
  • "You don't know what your abilities are until you make a full commitment to developing them." ~ Carol S. Dweck

    Seorang peneliti bernama Carol Dweck melakukan penelitian kurang lebih 30 tahun dan mempublikasikan hasilnya dalam bukunya yang berjudul Mindset: The New Psychology of Success.

    Dalam bukunya tersebut Carol Dweck sempat mengungkapkan jawaban tentang kenapa sebagian orang bisa sukses dan berhasil, sementara sebagian lainnya tidak, padahal mereka memiliki bakat yang sama-sama baik, dan ternyata semua itu di hubungkan dengan proses berpikir dan persepsi seseorang dalam memandang segala sesuatunya. Ia kemudian menjelaskan dengan lebih sederhana dalam perbedaan mindset, dan membaginya  ke dalam dua tipe karakter, yaitu mereka yang memiliki Fixed Mindset dan Growth Mindset.

    Secara sederhana mereka yang memiliki Fixed Mindset, berarti memiliki pola pikir yang tetap dan percaya bahwa cara yang di lakukan adalah yang paling tepat serta sulit menerima perubahan yang ada, mereka juga percaya bahwa segala sesuatunya, termasuk kecerdasaan, karakter dan kesuksesan adalah sesuatu yang pasti atau merupakan bakat alami.

    Berbeda dengan Fixed Mindset, Growth Mindset adalah mereka yang memiliki pola pikir yang terus bertumbuh, mau beradaptasi dengan perubahan dan juga senang memperbaiki diri dari waktu ke waktu. Growth mindset juga memandang segala sesuatu sebagai peluang, jika mereka mampu berubah dan belajar dari setiap kejadian yang ada.

    Selalu ada kesempatan untuk berubah, yaitu ketika kita menyadari bahwa ada yang perlu di perbaiki demi kehidupan yang lebih baik, demikian juga dengan pola pikir, kita bisa memutuskan mindset kita untuk tetap stagnan atau berubah dan mampu beradaptasi dengan keadaan yang ada. Sebagai bentuk dari analisa mandiri, kita juga bisa memperhatikan beberapa perbedaan yang seringkali di munculkan oleh mereka dengan Fixed ataupun Growth Mindset.

    Dengarkan lebih lanjut melalui Podcast kali ini dan miliki juga edisi cetak selengkapnya dari buku "The Secret of Mindset"

    --- Send in a voice message: https://anchor.fm/psikologid/messageSupport this podcast: https://anchor.fm/psikologid/support
  • Selalu ada alasan atas segala sesuatu, demikian juga dengan Belief System yang tercipta serta kita yakini dalam hidup. Terdapat proses yang mungkin tidak kita sadari, namun bisa kita kenali. Berikut ini kita akan mempelajari berbagai proses dalam pembentukannya di mulai dari beberapa masa penting dimana sebuah keyakinan atau nilai menjadi menetap dan kita percayai :

    Masa Imprint (usia 0 sampai 7 tahun), masa ini di bagi menjadi 0-3 tahun, yaitu ketika seorang anak ada dalam periode "emasnya" dimana pikiran bawah sadarnya mampu menyerap apa saja yang di perhadapkan kepadanya, belum ada pemikiran kritis untuk memfilter semua informasi yang ada, jadi apapun yang ia alami pada usia ini bisa terserap secara langsung, baik itu ide, pengalaman, ataupun semua ucapan dari orang terdekatnya. Setelah itu, di usia 4-7 tahun, pikiran kritis mulai berkembang, mulai melakukan analisa terhadap apa yang terjadi di sekitar. Pada tujuh tahun pertama inilah peranan orangtua sebagai pemberi nilai hidup sangat berpengaruh dalam diri seorang anak. Masa Modeling (Mulai usia 7 sampai 14 tahun - Remaja awal), pada saat inilah seseorang biasanya mencontoh atau memodel orang yang ia kagumi dan juga sayangi, bisa jadi itu adalah orangtuanya, teman terdekat, guru dan juga tokoh imajinasi yang berpengaruh dalam hidupnya. Ia bisa saja meniru kebiasaan, pola tingkah laku, gaya hidup dan juga hal-hal yang di lakukan oranglain karena di anggapnya baik. Intinya, teladan atau siapa role model seseorang sangat penting di masa ini, untuk di jadikan sebagai pedoman dalam menjalani hidup ke depannya. Masa Sosial (Mulai usia 14 tahun hingga 21 tahun - Dewasa awal), saat dimana seseorang belajar hal baru tidak lagi orang terdekat dan juga orang yang ia kenal, tapi juga dari dunia secara luas. Pengalaman sepanjang hidup, keputusan yang di lakukan serta pilihan-pilihan hidup juga turut membentuk nilai yang ada di dalamnya. Pada masa inilah seseorang sebenarnya menentukan belief systemnya sendiri, tentang apa yang ia yakini dan akan ia lakukan di masa depan. Selain melalui berinteraksi secara langsung dengan dunia luar, pada masa sosial inilah setiap minat yang terkait dengan diri seseorang juga bisa menjadi sumber masukan bagi nilainya, seperti apa saja buku yang ia baca, film yang ia saksikan, komunitas serta tempat-tempat yang ia kunjungi dan berkesan di dalam diri.

    Selengkapnya bisa di dengarkan di Audio Podcast

    --- Send in a voice message: https://anchor.fm/psikologid/messageSupport this podcast: https://anchor.fm/psikologid/support
  • Seorang pria yang sedang berjalan-jalan ke suatu sirkus melewati seekor gajah, pada saat itu ada satu hal yang menarik perhatiannya, yaitu gajah yang besar ini di ikat oleh sebuah tali yang kecil dan tidak bisa kemana-mana, ia bahkan tidak berusaha melepaskan diri dari tali tersebut.Karena penasaran, pria itu mendatangi pawang gajah dan bertanya : "Kenapa gajah itu hanya diam saja dan tidak mencoba untuk kabur?"Pawang itu pun menjawab : " Sejak dari sangat kecil, gajah itu terikat oleh tali, ia mencoba berulang kali untuk meloloskan diri dan memutuskan talinya, tapi karena saat itu tenaganya belum kuat, ia tidak mampu. Dan kini, saat ia dewasa, ia masih percaya bahwa tali tersebut tidak bisa di putuskan, jadi ia tidak pernah lagi mencoba untuk meloloskan diri."Melalui kisah tersebut, izinkan saya bertanya kepada diri Anda. Berapa banyak dari kita yang sudah percaya akan kegagalan akibat pengalaman di masa lalu? Bisa jadi, pola pikir kita yang salah membuat kita takut untuk bergerak, melangkah dan berbuat sesuatu. Padahal jika mau jujur, kenyataan tidaklah selalu seburuk apa yang kita bayangkan. Untuk itulah kita perlu memahami bagaimana pola pikir itu tercipta dari apa yang kita percayai, karena pola pikir bisa membangun diri atau malah menghancurkan, ketika tidak di kelola secara baik.Mindset atau pola pikir adalah sekumpulan kepercayaan / belief system yang kita yakini dan mempengaruhi cara kita dalam berpikir dan berperilaku. Melalui Mindset ini jugalah tanpa sadar kita memaknai berbagai hal dalam hidup kita, yang pada akhirnya turut menentukan respon kita atas segala sesuatu.--- Send in a voice message: https://anchor.fm/psikologid/messageSupport this podcast: https://anchor.fm/psikologid/support

  • "Step outside your Comfort Zone, because that's the only way you're going to grow." ~ Madeline Brewer

    Kita sebagai manusia memiliki kecenderungan untuk tidak nyaman ketika harus berubah, merasa ingin ada di posisi yang sama, Hal ini dikarenakan pada saat bicara mengenai keluar dari zona nyaman, itu artinya kita harus meninggalkan rutinitas dan pola perilaku yang selama ini kita lakukan, dan hal itu bisa memunculkan stres, kecemasan dan beresiko yang padahal selama ini kita hindari terjadi dalam hidup.

    Di dalam Zona Nyaman kita merasa aman dan pasti, serta terhindar dari berbagai resiko dan ketidakpastian hidup. Bahkan di salah satu teori yang dipublikasikan di New York Times, Zona nyaman didefinisikan sebagai keadaan suhu yang paling nyaman (berkisar antara 20 - 25 derajat), dimana kita tidak merasakan panas ataupun dingin yang berlebihan, dan saat itulah tubuh kita merasa nyaman.

    Kenapa banyak orang juga sulit keluar dari Zona Nyaman? Karena pada dasarnya mereka memang menjadikan zona nyaman sebagai tujuan dari kehidupan itu sendiri. Mungkin kita juga termasuk di dalam orang-orang yang menginginkan kenyamanaan dan keamanan dalam menjalani kehidupan.

    Jika nyaman dan aman adalah tujuan dari sebagian besar orang, maka tidak demikian dengan keadaan yang ada. Akan selalu ada perubahan di berbagai aspek kehidupan, seperti : Pekerjaan, Hubungan, Keuangan dan juga Kesehatan. Untuk itulah kita perlu menjadi sangat adaptif, atau dengan sigap menerima serta melakukan adaptasi terhadap banyak hal yang terjadi dan tidak terduga dalam hidup ini.

    Podcast episode kali ini merupakan salah satu track dari Audio Series "The Secret of Mindset"

    Untuk pemesanan edisi full bisa ke marketplace Shopee dan Tokopedia "Psikologid"

    --- Send in a voice message: https://anchor.fm/psikologid/messageSupport this podcast: https://anchor.fm/psikologid/support
  • Secara sederhana PERSUASI adalah komunikasi yang digunakan dalam meyakinkan dan mempengaruhi oranglain dengan cara menyentuh KEPERCAYAAN, HARAPAN, dan NILAI yang seseorang miliki.Seni dalam PERSUASI adalah kemampuan yang perlu di miliki ketika pekerjaan atau aktivitas kita berhubungan dengan oranglain yang bahkan tidak kita kenal pada awalnya. Seperti Profesi : Sales, Konsultan, Terapis, Pengajar, Bahkan OrangtuaPrinsip-prinsip dalam persuasi.RECIPROCITY (TIMBAL BALIK) : Secara sederhana, ketika oranglain memberikan sesuatu kepada kita, maka kita ingin juga membalas dengan memberikan sesuatu yang sama atau bahkan lebih. Contoh : Jika seseorang memiliki dendam maka akan menyakiti orang terdekatnya (orang sakit lebih suka menyakiti) atau Tetangga yang di berikan oleh-oleh, cenderung akan memberikan kembali. Aplikasinya kita Edukasi ke calon customer tentang produk Gratis, Berikan Ebook GRATIS, Kasih GRATIS SAMPLE, FREE TRIAL, Seminar GRATIS, Konsultasi Bisnis GRATIS, Webinar GratisSOCIAL PROOF (BUKTI SOSIAL) : Social Proof adalah fenomena psikologis di mana kita mempercayai apa yang sudah dilakukan atau di buktikan oleh oranglain sebagai sebuah kebenaran. Ketika seseorang berada dalam situasi di mana mereka tidak yakin apakah sesuatu itu benar atau salah, mereka akan sering melihat ke seberapa banyak orang lain atau kelompok yang telah memberikan respon terhadap situasi tersebut untuk mendapatkan insight tentang perilaku yang benar. Aplikasinya : Membuat ramai disekitar tempat atau toko kita, agar orang melihat keramaian tersebut kemudian datang ke toko kita. Sebutkan berapa banyak orang yang telah menggunakan produk kita. Tunjukkan sebanyak mungkin testimoni, “Telah Terjual Sebanyak…”, “Telah Dibeli Oleh….”, “Telah Digunakan…”, “Telah Didownload…”LIKING (RASA SUKA) : Orang akan lebih mudah mengatakan “YA” kepada mereka yang sudah di kenal dan disukai. Katakan apa yang mereka katakan. Ulangi kata-kata mereka. Contek dan tiru setiap kata yang mereka ucapkan, serta intonasi, gerakan mereka, dan kecepatan bicaranya. Teknik ini lebih dikenal sebagai Matching and Mirorring. Jadilah penjual yang ramah, layani mereka dengan service terbaik kita. Bangun kedekatan dan ciptakan empati dengan calon pembeli.AUTHORITY (OTORITAS) : Manusia cenderung patuh terhadap orang atau figur yang memiliki otoritas yang kuat. Kata-kata atau perintah seseorang yang kita anggap mempunyai otoritas akan lebih diterima dan dipercayai tanpa ragu dan banyak tanya. Perintah atau pesan yang disampaikan oleh seseorang yang memiliki otoritas lebih bisa diterima dengan mudah dan cepat daripada daripada orang lain, meskipun ini pesan atau perintahnya sama. Dalam dunia marketing, authority lebih dikenal dengan: USAHA yang kita lakukan untuk meningkatkan kepercayaan Pasar sehingga mau melakukan apa yang kita mau mereka melakukannya.--- Send in a voice message: https://anchor.fm/psikologid/messageSupport this podcast: https://anchor.fm/psikologid/support

  • Kita akan mengawali pembahasan podcast kali ini dengan perkembangan bisnis dari waktu ke waktu yang di wakili oleh revolusi industri. Secara sederhana Revolusi industry adalah perubahan besar dan radikal terhadap cara manusia memproduksi barang. Jika dulu orang kaya di dominasi oleh para penguasa, bangsawan dan pewaris tahta,maka pada era revolusi industry terdapat kesempatan bagi mereka yang merintis usaha dari nol untuk memperbaiki hidup mereka dan keturunan mereka.

    Revolusi industry 1.0 (Revolusi Manufactur) di tandai dengan di temukannya mesin uap pada tahun 1712 oleh Thomas Newcomen dan di sempurnakan pada tahun 1776 oleh James Watt, dimana hal tersebut menggantikan tenaga “otot” manusia dan hewan yang sangat terbatas, tenaga alam juga di optimalkan (angin, air) menjadi lebih efektif dan efisien. Revolusi industry 2.0 (Revolusi Teknologi, 1870), di tandai dengan penggunaan energi listrik dan ban berjalan dalam pabrik dan transportasi. Penemuan ini kemudian diikuti dengan kemunculan telepon, mobil, serta pesawat terbang yang mengubah wajah dunia secara signifikan. Revolusi industry 3.0 (Revolusi Informasi& teknologi otomatis), di mulai pada tahun 1970 di tandai dengan adaptasi komputer dan penggunaan robot “mesin terprogram” Sebagian aktifitas yang sebelumnya hanya dapat dilakukan manusia seperti menghitung atau menyimpan hal penting seperti dokumen, mulai dapat dilakukan oleh komputer. Revolusi Industri 4.0 (Revolusi Digital) di perkenalkan mulai 2011, di tandai dengan mesin yang terintegrasi dengan koneksi internet (internet of things & artificial Intelegence / kecerdasan buatan), jadi yang berperan cukup penting dalam perkembangan revolusi indrustri dalam hal digital adalah internet, ketika semuanya bisa terkoneksi kapan saja, dimana saja, memutus masalah jarak dan waktu.

    Pembahasan lebih lanjut bisa di dengarkan langsung melalui podcast ya!

    --- Send in a voice message: https://anchor.fm/psikologid/messageSupport this podcast: https://anchor.fm/psikologid/support
  • Saya akan memulai podcast kali ini dengan mengajukan pertanyaan yang sederhana “Menurut Anda, Apa teknik efektif dalam menjual sesuatu?” apapun produk yang anda jual, bagaimana teknik untuk membuat closing terjadi?

    Dari sekian banyak teknik dalam penjualan yang sudah saya pelajari dan praktikan, saya bisa katakan bahwa teknik paling efektif dalam menjual sesuatu adalah dengan “terkoneksi dengan konsumen atau pembeli anda.”

    Secara sederhana, Pembeli anda harus percaya dulu dengan anda, klien andaharus yakin dulu dengan anda. “rasa percaya” inilah yang akan mendasari kita sebagai modal awal ketika ingin berjualan sesuatu kepada oranglain. Pada intinya untuk bisa terkoneksi dengan oranglain secara baik kita harus mengerti “Bahasa” mereka dan memanfaatkan komunikasi dengan mereka.

    Beberapa tipe penjual maupun pembeli juga akan di bahas pada podcast kali ini, yuk dengarkan secara lengkap!

    --- Send in a voice message: https://anchor.fm/psikologid/messageSupport this podcast: https://anchor.fm/psikologid/support
  • Marketing dan Funneling dalam memulai Bisnis.

    Meneruskan pembahasan mengenai starting bisnis yang sudah di bahas pada podcast sebelumnya, ada satu hal yang akan kita fokuskan pada pembelajaran kali ini, yaitu mengenai Market atau“pasar” yang memang bisnis kita targetkan.

    Market adalah hal penting sebab dari sanalah“cash” mengalir dan transaksi terjadi, market adalah tempat di mana profit atau simplenya uang itu berasal, dan seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya, walaupun bukan yang utama, tapi itulah yang membuat bisnis kita tetap berjalan dan hidup. Perlu kita pahami bersama, bahwa Pembeli sebenarnya tidak serta merta langsung membeli barang kita, ternyata ada proses panjang di baliknya yang perlu kita ketahui dan pelajari. Sebuah transaksi pasti memiliki pola sukses dan juga pola belum berhasil yang bisa kita perbaiki, untuk lebih menjelaskannya kita akan belajar mengenai Funneling.

    Funneling pada dasarnya adalah sebuah corong yang kita gunakan untuk menyaring market kita menjadi fokus kepada mereka yang memang membutuhkan atau cocok dengan produk kita. Mau tahu lebih banyak? Yuk dengarkan versi utuhnya di Podcast Psikologid.

    --- Send in a voice message: https://anchor.fm/psikologid/messageSupport this podcast: https://anchor.fm/psikologid/support
  • Selamat datang dan selamat belajar kembali di podcast psikologid dan pada pembahasan kali ini, kita akan mengulas mengenai tangga perjalanan bisnis. Konsep tangga bisnis ini akan membuat kita bisa mengenali sudah ada dimana kita sekarang dan mau kemana kita setelah ini.Secara umum, tangga bisnis terbagi menjadi tiga langkah besar, yaitu Fase Starting, Systemizing, dan juga Investing. Fase Starting adalah saat dimana kita baru memulai bisnis, Satu hal yang wajib di miliki fase ini adalah keberanian, sebenarnya itu adalah satu hal yang cukup untuk memulai bisnis, mulai aja dulu. Jangan sampai kita terkendala oleh rasa takut rugi, takut gagal, tidak mampu dan hal lainnya. Yang membatasi kita juga adalah “kelamaan belajar” perlu di ingat belajar yang sesungguhnya adalah ketika kita langsung. •Fase Starting adalah saat dimana kita fokus pada tiga hal yaitu Produk yang memiliki Nilai yang kuat, Channel atau tempat menawarkan yang tepat dan Market atau pasar kita yang sesuai dengan profil yang memang kita tuju. Fase kedua adalah Systimizing, Pada posisi ini, kita mulaifocus membuatsystem dan membangunorang yang ada di dalamnya. Tujuannya adalah membuat bisnis “tetap jalan” meskipun kita tidak ada di tempat. Dengan omset, pelayanan dan kualitas barang yang harus terjaga kualitasnya. Fase ketiga adalah Investing : Terbagi atas multiply dan juga Investasi. Pada posisi ini saatnya kita upscale bisnis yang bisa di lakukan melalui kerjasama dengan investor atau dapat juga duplikasi bisnis atau membuka cabang dengan system yang sudah terbukti sukses. Dalam fase ini kita juga mulai memikirkan legalitas bisnis, bukan lagi pada profit tapi brand dan juga kualitas pelayanan.Penjelasan secara detail bisa di dengarkan di podcast episode kali ini!--- Send in a voice message: https://anchor.fm/psikologid/messageSupport this podcast: https://anchor.fm/psikologid/support

  • Halo, Kembali lagi di podcast psikologid dan pada episode kali ini kita akan meneruskan pembahasan pada bagian sebelumnya mengenai financial, yaitu menerapkan personal Financial Planning dari yang paling sederhana.

    Langkah Pertama dalam merencanakan keuangan adalah dengan melakukan  Financial Check-Up. Jadi sama seperti tubuh kita, keuangan kita juga perlu di cek apakah sehat atau tidak. Pada bagian ini kita akan mengecek posisi cash saat ini, investasi, tabungan, dana darurat dan juga hutang atau kredit apa aja yang kita miliki. Dan yang paling penting dalam melakukan Financial Checkup, ini tidak perlu di lakukan dengan rumit ataupun sulit, tapi buat sederhana agar menyenangkan untuk di lakukan siapa saja.

    Manfaat melakukan tracking atau check up keuangan adalah agar kita mengetahui kondisi keuangan kita secara menyeluruh, dengan begitu kita akan mengetahui priorotas dan tujuan ke depannya seperti apa agar memiliki keuangan yang sehat. Bayangkan jika sampai tidak ada sumber penghasilan dalam waktu dekat, berapa lama kita akan pertahan? Untuk itulah kita perlu memprediksi keuangan agar bisa hidup secara lebih berkualitas. Karena harus di akui, bahwa uang adalah salah satu dari sekian banyak permasalahan hidup, ini bukan berarti uang adalah segalanya, tapi uang adalah alat tukar yang perlu kita miliki untuk hidup yang lebih baik.

    Beberapa langkah untuk menjadi sehat secara financial adalah : Menyelesaikan hutang dan kredit konsumsi, Kemudian menyiapkan dana darurat, lalu mulai berinvestasi. 

    Mau tahu lebih detail? Yuk dengarkan Podcastnya secara lengkap!

    --- Send in a voice message: https://anchor.fm/psikologid/messageSupport this podcast: https://anchor.fm/psikologid/support
  • Melanjutkan Podcast sebelumnya yang membahas "Bagaimana Cara memulai Bisnis." maka pada episode kali ini kita akan berfokus pada mindset atau pola pikir tentang uang.

    Mindset "orang kaya" prinsipnya menyisihkan penghasilan terlebih dahulu untuk masa depan (Dana darurat, tabungan, Investasi) baru di gunakan untuk keperluan, gaya hidup dan juga hobby. Sedangkan mindset "orang miskin" biasanya memiliki kebiasaan untuk menghabiskan penghasilannya untuk keinginan jangka pendek (Gaya hidup, gadget, liburan) baru kemudian sisihkan sisanya. Nah! masalahnya jika sudah di habiskan kebanyakan sudah tidak bersisa lagi untuk masa depan.

    Keuangan cukup jadi masalah di masyarakat kita karena kurangnya edukasi dan di anggap tabu jika bertanya mengenai hal ini. Sama seperti ketika kita bertanya mengenai penghasilan atau pengelolaan keuangan serupa dengan bertanya : "Kapan nikah?" atau "Kapan punya anak?" Padahal dengan bertanya, bisa jadi membukakan pikiran kita mengenai literasi keuangan.

    Mengutip salah satu buku yang berjudul "Make It Happens." yang membahas mengenai perencaan keuangan, ternyata ada tiga hal utama penyebab kita memiliki masalah terkait dengan financial. Yaitu : Gaya hidup, Kebiasaan berhutang dan minimnya literasi keuangan. 

    Mau tahu lebih jauh? Yuk dengarkan secara lengkap podcastnya!

    --- Send in a voice message: https://anchor.fm/psikologid/messageSupport this podcast: https://anchor.fm/psikologid/support
  • Kembali lagi di Podcast Psikologid, dan cukup berbeda dari series sebelumnya. Pada podcast episode kali ini, kita akan membahas mengenai Bagaimana cara untuk memulai bisnis.

    Podcast ini di rekam ketika Indonesia sudah masuk ke dapan transisi "The New Normal" dan seperti yang sudah sama-sama kita ketahui COVID-19 berdampak cukup significant bagi dunia bisnis maupun pekerjaan. Banyak orang yang kehilangan penghasilan dan sumber dayanya karena hilang juga kesempatan untuk bekerja.

    Saya akan mulainya dengan hal yang mungkin sebagian dari kita sudah ketahui Bersama, Pertama bahwa bisnis itu pada dasarnya bukan menjual produk atau jasa. Nah! Jika sebagai dari Anda bingung, terus apa dong yang saya jual? Bukannya selama ini bisnis itu “Jualan sesuatu?”

    Bisnis itu memang manawarkan atau menjual sesuatu dan hal itu adalah “Nilai” atau “Value” yang di kemas dalam bentuk produk ataupun Jasa, jadi ketika oranglain datang untuk membeli produk dari kita, itu artinya ia membeli“Value” yang kita tawarkan. Sebagai contoh sederhana ketika kita membeli sesuatu di mini market, sebenarnya kita membeli satu paket barang beserta denganValue yang di sediakan oleh mini-market itu. Jadi uang yang kita keluarkan sebagai alat tukarnya juga turut membeli AC yang kita rasakan, kenyamanan berbelanja, kebersihan toko, display yang baik, bahkan senyum dan salam mbak-mbak mini market juga masuk ke dalam nilai tersebut.

    Bayangkan jika kita ke minimarket yang panas, kotor dan dengan pelayanan yang buruk, kita pasti komplain kan? Itu karena kita secara tidak langsung juga merasa bahwa kebersihan, kenyamanan bahkan pelayanan termasuk dalam satu paket pembelian yang kita lakukan, bukan Cuma barang yang kita beli saja. Hal ini juga sama seperti ketika seorang wanita ke salon yang mereka beli adalah “kenyamanan” dan perasaan “cantik” setelah perawatan. atau tasmahal dan tas murah perbedaannya ada di “status social” pemakainya, bukan lagi pada fungsinya. Karena kalo Cuma fungsi, bisa saja kita menggantinya dengan tote bag / kresek. Bahkan ketika kita menonton Film di bioskop yang kita beli adalah“story telling” dan juga“emosi” inilah kenapa banyak film drama, komedi dan horror itu laris di pasaran, karena emosi yang di tawarkan seringkali berbeda dari realitas yang kita alami di dunia nyata. Jarang ada pasangan yang benar-benarromantic seperti di Film kan? Ataumoment di mana kita bisa tertawa lepas dan juga teriak karena mendapatkan pengalamansupranatural yang tidak bisa kita rasakan setiap harinya.

    Mau tahu lebih banyak? Yuk dengarkan Episode lengkapnya!

    --- Send in a voice message: https://anchor.fm/psikologid/messageSupport this podcast: https://anchor.fm/psikologid/support