Episodes
-
David Runciman menantang anggapan bahwa demokrasi hanya runtuh karena kudeta atau kekerasan. Ia menunjukkan bahwa demokrasi modern lebih rentan terhadap ancaman halus seperti ketidakpercayaan, polarisasi, populisme, dan teknologi. Dengan berakhirnya pesta demokrasi kita beberapa bulan terakhir juga maraknya berita yang terkait demokrasi, apa yang bisa Runciman tawarkan untuk tongkrongan membahas hal ini?
-
Nombeko adalah gadis yang sejak kecil tinggal di kompleks toilet umum kotor di Afrika Selatan. Tapi semesta membuat dia jenius matematika, sangat doyan membaca, dan itu membawa dia berpetualangan keliling dunia. Wajib banget ngaku pernah baca ini biar bisa jadi keren, lucu, dan cerdas. Part 1, Nosa dan Rojak akan ketawa ngakak ngomongin keunikan dan kegoblokan karakter-karakter yang dibikin Jonas Jonasson, penulis komedi Eropa yang humornya kering tapi banjir. Serius aneh tapi normal, bahas kuy.
-
Missing episodes?
-
Disclaimer: kalau kamu pengen bunuh diri, carilah bantuan secepatnya. Hubungi mimin kalau ga ngerti harus kemana atau hotline bunuh diri ga bisa dihubungin.
***
Tiga penyintas bunuh diri: Rojak, Nosa, dan Igy akan ngobrolin buku soal bunuh diri yang paling proper, elegan, dan damai: The Peaceful Pill oleh Dr. Philip Nitschke dan pengacara Fiona Stewart.
Bunuh diri bisa-bisa aja kok tapi ... Denger kami dulu deh.
#thepeacefulpill #suicidehelp #exitinternational -
Melanjutkan episode terakhir, soal Tipping Point, salah satu buku paling best seller dari Malcolm Gladwell, untuk bikin semua kerjaan lo meaningful!
Meluncur ke podcast kita sekarang!
#malcolmgladwell #tippingpoint #malesbaca -
Di episode ini, Rangga dan Mega akan nanya2 sama Nosa soal buku Tipping Pointnya Malcolm Gladwell yang fenomenal dalam bikin perubahan sosial dan psikologi peradaban manusia. Tips dan trik untuk membuat sebuah peradaban.
Ini buku penting buat para manipulator... bahwa nggak segampang itu bikin dan nyebarin ide. Banyak banget faktor yang harus dicover.
Kalau kamu suka episode ini jangan lupa follow kami di platform dimana kamu dengar ini dan di IG @malesbacapoodcast. Kamu bisa kirim DM ke kami soal buku apa yang mau dibahas atau kirimkan kritik dan komentar soal isi podcast ini. -
Apa sih feeling itu? Feeling atau perasaan tuh sesuatu yang dihasilkan dari reaksi kimia di dalam diri. Nah kalo mood kita jelek terus, atau suicidal, biasanya karena reaksi kita buruk terhadap dunia luar kita. Ada yang salah dalam cara kita meregulasi perasaan. Di episode ini kita akan ngomongin beberapa tanda-tanda distorsi kognitif, yaitu kapan perasaan menipu kita, supaya kita ngerti sejauh mana jiwa kita sehat.
-
Pada mau, dong, paham sama kondisi dunia dengan cara pikir yang enggak kegocek sana-sini? Enggak mau, ya? Hans Rosling kasih tahu caranya, lho, di buku “Factfulness”.
Konon kita harus belajar menyadari insting yang bikin kita cenderung melenceng memahami kondisi di sekitar kita. Ada 10 insting kata dia: gap instinct, negativity instinct, the straight line instinct, aduh ... adalah pokoknya 7 lagi.
Banyak, ya? Males, kan? Makanya dengerin aja kita bahasin buat elo semua di malesbaca. -
Buku Hans Rosling yang judulnya “Factfulness: Ten Reasons We’re Wrong About the World - and Why Things are Better Than You Think” ini mengajak lo berpikir kalau dunia enggak seburuk yang lo pikir, kok. Makanya sama dia dikasih fakta-faktanya gitu, deh.
Tapi apa iya? Ada yang bilang Rosling malah mengecilkan krisis demi menjaga optimisme orang-orang. Ya, enggak tau juga, sih, ya. Kan, kita males baca.
Episode ini isi bukunya udah mulai kita obrolin sambil ngopi-ketawa dan ngebanding-bandingin diri sama monyet, soalnya kata Rosling monyet aja bisa lebih bener menebak fakta dunia ini ketimbang kita. Hmmm, GIMANA?!? 🤔
P.S: copywritingnya cuma edit sedikit, iya. namanya juga pemalas. -
Buku Hans Rosling yang judulnya “Factfulness: Ten Reasons We’re Wrong About the World - and Why Things are Better Than You Think” ini mengajak lo berpikir kalau dunia enggak seburuk yang lo pikir, kok. Makanya sama dia dikasih fakta-faktanya gitu, deh.
Tapi apa iya? Ada yang bilang Rosling malah mengecilkan krisis demi menjaga optimisme orang-orang. Ya, enggak tau juga, sih, ya. Kan, kita males baca.
Buku ini kita bikin tebak-tebakan aja sambil ngopi-ketawa dan ngebanding-bandingin diri sama monyet, soalnya kata Rosling monyet aja bisa lebih bener menebak fakta dunia ini ketimbang kita. Hmmm, GIMANA?!? 🤔 -
Iya. Sains multi-disiplin udah bawa manusia ke luar angkasa dan bikin teknologi jarak jauh bisa lo pakai sehari-hari (termasuk bisa internetan di handphone thanks to satelit).
Tapi juga eksplorasi luar angkasa udah dijadiin lomba keren-kerenan, dulu-duluan, sama negara-negara. Udah mulai dieksploitasi juga buat tujuan wisata asal ada duitnya. Duit terooosssss ~💰💰💰
Di buku “Space Chronicles: Facing the Ultimate Frontier” punya Neil deGrasse Tyson, lo bakal tahu kalau eksplorasi luar angkasa enggak se-demi-ilmu-pengetahuan itu. Males, kan, lo mau baca? Wajar, sih, bukunya Amerika-sentris banget kayak tempat lain masih pada hidup di bawah batu. Mending dengerin kita ngobrolin bukunya ajalah. Lebih seru, lebih guna. Ya, semoga, sih, ya. -
“Komik bukan sembarang komik”
(chakeeep!)
“Tentang semiotika dan psikologi”
*trus penontonnya bubar*
Beneran masih enggak mau baca meski udah ada gambarnya juga? Seru, lho, komik Homunculus-nya Hideo Yamamoto ini! Trauma manusia dibikinin visualnya pakai simbol-simbol yang mungkin ada akarnya di memori dan lingkungan tempat lo berkembang.
Ya, udah. Enggak usah baca kalau males. Dengerin aja di Season 2 Males Baca Episode 4 “Homunculus”.
P.S: Ada di Netflix juga, sih, filmnya buat lo yang masih mau tambah-tambah ilmu. Sama-sama.
Btw, jangan lupa makanan kucing di bit.ly/malesbacapodcast -
Sepotong percakapan di tongkrongan yang sudah kehabisan bahasan:
🦥 “Baca buku The Vegetarian, emang kuat lo makan tempe-tahu doang?”
🦚 “Bukan. Novelnya Han Kang ini enggak cuma bahas cewek yang berhenti makan daging. Banyakan ngomongin tokohnya yang dipinggirkan karena pilihannya itu, sampai enggak punya kuasa sama badannya sendiri.”
🦥 “Berat banget bahasannya. Enggak males apa lo bacanya?
🦚 “Ya, udah. Lo dengerin aja ini udah dibahas di Season 2 Males Baca episode 3. Keterlaluan kalau tinggal dengerin aja masih males.”
Akhirnya 🦥 mendengarkan, meski tidak sampai sepuluh menit setelahnya dia sudah tertidur. Hadeh!
Jangan lupa traktir kami makanan kucing di bit.ly/malesbacapodcast -
Buat lo yang suka sambat karena lahir sebagai bagian dari bangsa yang pernah dijajah, apa enggak penasaran kenapa bisa terjajah? Masa, sih, sesimpel karena peradaban yang terbelakang aja? Karena itu aja, gitu, bangsa kita kekurangan inventor?
Enggak mau tahu, ya? Enggak mau paham aja, gitu, biar ngerti apa yang mesti diperbaiki? Soalnya baca enggak bikin lo kaya, ya? Iya, sih. Ya, udah. Enggak salah juga. Semua relatif.
Makanya kita bantu obrolin, nih, buat elo. Udah ditulis sama Jared Diamond di bukunya yang berjudul “Guns, Germs, and Steel”. Lo tinggal denger aja, kok. Bisa sambil ngapain aja, di mana aja. Ayoklah!
Oh iya jangan lupa traktir kucing kami di MondiBlanc! bit.ly/malesbacapodcast -
Pernah enggak, sih, lo kepikiran: “Kok, bisa ada pekerja yang bangun subuh, commuting, kerja sampai sore, dan sampai rumah udah malem tapi gajinya masih lebih gede selebritis yang kerjanya update sosial media?”
Kalau pernah, tapi males mencari tahu “kenapa”-nya, enggak apa-apa. Kita bahasin buat lo pakai buku Joseph Stiglitz yang judulnya The Great Divide.
Males, kan, lo bacanya? Makanya kita ceritain aja. Lo tinggal dengerin obrolannya di Season 2 Males Baca Episode 1 bersama Mba Mega Mardita. Cus!
Btw, nyumbang-nyumbang kita dong biar bisa beli buku dan ngasih makan kucing di bit.ly/malesbacapodcast -
Akhir-akhir ini, Harari abis rilis buku terbarunya yang dinamakan 21 lessons for the 21st century. Nah buku ini merupakan jembatan antara dua buku sebelumnya, yaitu sapiens yang ngomongin sejarah manusia dan homo deus yang membicarakan spesies manusia kedepannya.
-
Pembahasan di episode ini lebih child-friendly ya, karena kita sejatinya adalah anak-anak. Seperti apa yang dikatakan Little Prince pada suatu hari di tengah gurun pasir, tiba-tiba minta digambarkan domba.
-
Dikisahkan seorang pendeta kekiri-kirian menemukan eksistensinya ditengah gelora asmara. Semerbak bau kretek mekar dengan kejang dan tuas.
-
Eka Kurniawan suka berkontemplasi dengan ereksi. Bayangkan, hanya masalah ereksi aja jadi satu buku. Keren lagi. Kalo pengen tau kok bisa perkonakan ini dibawa ke penjuru negeri sebagai mahakarya, kita bakal bahas dengan intertekstuil dengan sedikit mencuil spoiler filmnya yang bakal keluar!
-
Kalian semua ditipu sama kapitalisme: dari katanya korporat itu bebas nilai budaya, ternyata nggak! Katanya Orang kaya itu karena kerja keras, nyatanya NGGAK! Orang kaya karena privilise politik, dan podcast ini ngomongin itu semua, dan itu terbukti selama covid ketahuan siapa yang miskqueen duluan!
-
Kapitalisme hari ini dan produk-produknya telah berhasil membuat agama-agama baru: berbuku panduan seperti kitab suci, institusional, dan memiliki banyak pengikut yang fundamentalis. Agama-agama dari agama Yoda, Coca colonization, McDonalisation dan lain-lain jadi cara manusia untuk mendapatkan hal ideal dalam hidup yang lebih praktis daripada akhirat. Karena hari ini mengumpulkan bunga investasi dan cashback lebih mudah daripada mengumpulkan pahala. Simak pembahasannya bersama Adinegoro Natsir, calon Master American Studies dari Universitas Indonesia.
- Show more